New Videos from Youtube
Tampilkan postingan dengan label Berita Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Bogor. Tampilkan semua postingan

458 Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor dan Sukabumi

458 Rumah Rusak Akibat Gempa Bogor dan Sukabumi
GEMPA BOGOR -  Gempa bumi 4,5 SR yang mengguncang wilayah Bogor dan Sukabumi pada Minggu dini hari (9/9/2012) pukul 01:27:15 Wib dengan pusat gempabumi di darat yaitu 31 km Barat Daya Kab.Bogor kedalaman 10 km ternyata menimbulkan ratusan rumah rusak. Gempa dirasakan selama 15 detik dengan keras.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, hasil pendataan BPBD dan tim di lapangan hingga pukul 19.00 Wib tercatat 458 rumah rusak. Di Bogor total 341 rumah rusak yaitu terdiri 54 rumah rusak berat (RB ), 69 rusak sedang (RS) dan 213 rusak ringan (RR). Sedangkan di Sukabumi total 117 rumah rusak yang terdiri 2 R B dan 115 RR.

Di Bogor kerusakan di Pamijahan melanda 2 desa yaitu Desa Cibunian (9 Rt, 5 RW, 5 kampung) dan Desa Purwabakti (21 RT, 6 RW, 10 kp). Kerusakan rumah di Desa Cibunian 28 RB, 61 RS, 121 RR, sehingga total 215 rusak. Musola 2 RB, masjid 2 RR, sekolah/MI 1 RR. Pengungsi 12 KK/63 jiwa tersebar menumpang di rumah saudaranya. Di Desa Purwabakti. Total 126 rumah, terdiri dari 26 RB, 8 RS, 92 RR, 1 RS SDn ciasmara O4 , 1 RR MI.

Bantuan logistik dan peralatan dari BPBD yang sudah didorong ke lokasi adalah makanan siap saji 20 dus, beras 10 karung (@50 kg), sarden 10 dus, air mineral 15 dus, tenda family 5 unit, family kit 125 paket, Hyigenis kit 125 paket, tikar 100, selimut 100. Dari PMI tenda family 20 unit, family kit 20 paket. Pendataan masih akan dilanjutkan besok. Di lokasi terkendala hujan lebat dengan medan yang berjauhan dan listrik mati.
Sedangak di Sukabumi kerusakan terjadi di Kecamatan Kabandungan yang meliputi 3 desa yaitu Desa Cipeuteuy, Desa Tugu Bandung dan Desa Kabandungan. Total 117 rumah rusak terdiri 2) dan 115 RR.

"Kepala BNPB telah memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB ke lokasi untu mendampingi BPBD. Dan memberikan bantuan dalam penanganan darurat. Saat ini sedang disiapkan pernyataan darurat dari Bupati. Pendataan akan dilanjutkan," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya. SUMBER

Perbaikan Jembatan Jangan Tunggu Korban

RUSAK: Sebagian bangunan fondasi Jembatan Cisadane sudah keropos. 
RUMPIN–Belum diperbaikinya Jembatan Cisadane atau lebih dikenal Leuwiranji, membuat khawatir masyarakat karena kondisinya semakin membahayakan dan sewaktu-waktu bisa ambruk.

Terlebih, Selasa (4/9) salah satu bagian rangka jembatan sepanjang 150 meter tersebut terlepas dari rangkaian hingga terjatuh.

Dari pantauan petugas, kerusakan terjadi pada satu segmen rangka jembatan yang terdiri dari satu komponen baja sepanjang 8,5 meter dan dua buah baja sepanjang 4,25 meter yang dipasang dengan konstruksi segitiga.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bogor, Kamal Suparman mengaku, telah lama merekomendasikan agar jembatan segera diperbaiki karena sudah kritis. Ia mengaku, bersama tim telah meninjau dan memeriksa jembatan. ”Bagian fondasi sudah rusak parah,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin.

Menurut dia, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) harus cepat bertindak. ”Sejak tahun lalu, kita sudah tegaskan agar segera diperbaiki jangan sampai tunggu ada korban,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, kerusakan diperparah dengan banyaknya truk bermuatan tambang berbobot di atas 30 ton melintasi jembatan.

Ia menambahkan, apabila jembatan ambruk maka akses warga pun akan terganggu terutama perekonomian. ”Harus ada pengawasan yang lebih ketat,” pungkasnya.( luc)

Makan Sup Ayam, Sekampung Semaput Mabok

MENUMPUK: Puluhan warga Kampung Prayoga, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, sedang mendapatkan perawatan di UPT Puskesmas Cigudeg.
BOGOR–Peristiwa keracunan massal kembali terjadi di Kabupaten Bogor.
Kemarin, sekitar 68 warga di lima RT yang ada di RW 07, Kampung Prayoga, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, muntah-muntah hingga semaput. Puluhan warga Kampung Prayoga itu teler tak lama usai menyantap makan malam di hajatan Hamid (60), Rabu (5/9).

Dugaan sementara, keracunan massal tersebut berasal dari sup ayam yang dihidangkan dalam pesta kawinan putra Hamid. Hingga kemarin, 68 warga yang tersebar di RT 01, 02, 03, 04, 05, RW 07 dirawat di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Cigudeg. “Di kondangan itu saya makan sup dan daging ayam. Setelah pulang, kepala saya langsung pusing dan mual. Hingga badan saya lemas,” kata Dian, warga Kampung Prayoga kepada Radar Bogor, kemarin.

Keesokan harinya (6/9), kondisi ibu dua anak itu kian mengkhawatirkan. Dian pun diantar ke UPT Puskesmas Cigudeg. Di puskesmas, sejumlah kerabat dan tetangga Dian yang turut menghadiri pesta Hamid ternyata tergolek lemas.

“Awalnya ada beberapa orang warga yang sebagian besar anak kecil mengeluhkan mual, bahkan muntah,” terang Sekretaris Camat Cigudeg, Adi Heryana. Karena jumlah korban keracunan terus bertambah, petugas desa kemudian mengumumkan peristiwa ini melalui pengeras suara musala. Pengumuman dilakukan agar masyarakat langsung datang ke puskesmas bila merasakan gejala serupa. “Kami membawa korban dengan pikap, angkot dan motor,” terangnya.

Sekretaris desa (sekdes) Mekarjaya, M Sugeta mengungkapkan, berdasarkan data yang dia miliki, jumlah korban keracunan mencapai 47 orang (rawat jalan), rawat inap 21 orang.

“Dengan jumlah rincian dewasa sebanyak 31 orang, anak-anak sebanyak 22 orang dan balita sebanyak 14 orang. Sebagian warga saat ini sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Namun 19 orang masih dirawat di Puskesmas Cigudeg, karena masih mengalami kekurangan cairan,” terangnya.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PKL), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Eulis Wulantari menuturkan, jajarannya masih belum mengetahui jenis racun yang termakan puluhan warga. Tapi kemarin, Eulis telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi biang keracunan warga untuk diteliti di Lab Balai Besar Kesehatan Lingkungan Hidup di Jakarta.

Warga yang keracunan, lanjut dia, kebanyakan menderita penyakit, diare, mual dan pusing. Berbeda dengan sekdes, saat ini jumlah pasien yang dirawat sekitar 20 warga dan 46 menjalani pemeriksaan secara berlanjut. “Total seluruh korban keracunan sebanyak 66 warga, tapi tidak ada warga yang keracunan hebat,” terangnya.

Kanitreskrim Polsek Cigudeg, Iptu Ujang Suhardi mengaku sudah menyita menu makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan. Hingga saat ini penyelenggara hajatan masih menjalani pemeriksaan. “Kita juga sudah mengambil sampel makanan yang diduga penyebab kejadian itu. Tapi nanti kita serahkan kepada petugas Puskesmas untuk diserahkan ke Dinkes Kabupaten Bogor,” singkatnya.(cha/sdk)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TAMAN BOGOR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger