New Videos from Youtube
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik. Tampilkan semua postingan

Peroleh Remisi, 32 Koruptor Merdeka

Muhammad HasanudinWarga binaan Lapas Kerobokan melaksanakan upacara bendera memperingati HUT RI ke-67 di dalam Lapas, Jum'at (17/08/2012). Dalam HUT RI ke-67 di Lapas Kerobokan, 15 napi berhak menghirup udara bebas setelah menerima remisi langsung bebas.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para koruptor ikut merasakan kegembiraan di HUT Kemerdekaan ke-67 Republik Indonesia, Jumat (17/8/2012). Sebanyak 32 narapidana kasus korupsi dapat keluar dari berbagai lembaga permasyarakatan (lapas) setelah mendapat remisi umum HUT RI.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sihabudin mengatakan, selain 32 napi kasus korupsi bebas, 551 koruptor juga mendapat remisi umum antara satu bulan dan tiga bulan. Akhir pekan ini, para narapidana itu juga akan kembali menikmati remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H sesuai dengan agama yang dianutnya. Namun, Sihabudin mengaku tidak tahu siapa saja napi kasus korupsi yang mendapat remisi dan bebas hari ini.

Acara penyerahan remisi itu dilakukan di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta, Jumat. Hadir dalam acara itu Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Wakil Menkum dan HAM Denny Indraya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dan pejabat lain di lingkungan Kemenhuk dan HAM.

Amir mengatakan, pemberian remisi tidak dilakukan berdasarkan kategorisasi jenis pidana. Semua napi mendapat hak remisi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12/1995 tentang Permasyarakatan, PP Nomor 28/2006 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Permasyaratakan, dan Kepres Nomor 174/1999 tentang Remisi.

Menurut Amir, PP Nomor 28/2006 sudah memberi pengetatan terhadap napi kasus korupsi, narkotika, dan terorisme. Namun, karena ada tuntutan masyarakat agar remisi untuk ketiga jenis pidana itu lebih diperketat, khususnya korupsi, maka tengah dilakukan revisi PP 28/2006 .

"Kita tengah proses harmonisasi PP 28/2006. SOP-nya sedang kami susun. Jadi, jangan sampai ada persepsi kami tinggalkan semangat itu (pengetatan remisi)," kata Amir. link

SBY Pidato, Belasan Dewan Kabur

MEMBOSANKAN: Pidato presiden SBY terkait hari kemerdekaan RI, dinilai membosankan. Buktinya banyak angota DPRD yang keluar ruangan saat paripurna, kemarin (Foto Kelik/Radar Bogor)
CIBINONG - Pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya tidak menarik bagi sebagian anggota DPRD Kabupaten Bogor. Padahal, isi pidato tersebut sangat penting artinya dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Hal ini terlihat dari kosongnya sejumlah kursi, di ruang paripurna saat berlangsungnya pembacaan pidato kenegaraan memperingati HUT ke-67 RI.

Pantauan Radar Bogor, satu per satu anggota dewan meninggalkan ruang sidang saat Presiden membacakan pidatonya. Sementara yang bertahan di ruangan, terlihat mengantuk dan sesekali memejamkan mata. Kesan yang terpancar, kehadiran wakil rakyat sebatas formalitas kehadiran. “Coba ditanya isi pidato tadi poin pentingnya apa? Mungkin hanya beberapa saja yang mengikuti,” celetuk sejumlah peserta sidang.

Setelah mendengarkan pidato kenegaraan, Bupati Rachmat Yasin (RY) tebar penghargaan pada PNS dan masyarakat berprestasi. Penghargaan berupa trofi, piagam dan uang tunai diberikan kepada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) sebagai peserta pameran terbaik pertama, tingkat Provinsi Jawa Barat.(ric) link
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. TAMAN BOGOR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger